Selasa, 17 November 2020

Puisi Ibu

IBU 
Karya : Abu Sabiq 

Tak ada ungkapan yang sanggup kukatakan dengan sepenuh perasaan
Tak bisa kugadaikan dengan sebongkah mutiara pun atas semangkuk nasi halus yang pernah kau suapkan langsung dengan tangan kasih sayangmu
Menghantarkan keinginan ku ke jenjang tertinggi

Kini, jelang renta, keriput menggaris wajahmu,menyirat perjuangan dan pengorbanan.
Menggoreskan bekas, bersandung tentang duka-dukamu dulu.
Pancaran matamu menggenangkan butiran kenangan kala kecil
Namun, ronamu tetap bagai surya menyinari.
Cahayamu tetap berseri di wajah rentamu.
Sekedar harapan, kau tahu ketulusan hati ini atas kewajibanku padamu
dengarkan batinku ini ...


22 Desember 2015.

Jumat, 09 Oktober 2020

Puisi

EMAK

emak, sudahlah 
bukan tidak mau aku dan saudara terus lelah,
membawa harapan indah melihat jelas dunia.
Namun, tak ingin emak terus dibayangi
karena kata-kata mereka yang membius
oleh karena dihinggapi kepentingannya. 
Lebih baik, coba hitung waktu
isi dengan makna demi hari kelak abadi
dan mari, pasrah pada Yang Kuasa


9 Oktober 2019. Pkl. 20.45

OPINI : Membaca Buku Senikmat Pizza

  Membaca Buku Senikmat Pizza Oleh: Ridwan Taufiq   “Pak, saya sudah membaca,” sebuah jawaban lantang itu sering terdengar di kelas, k...