Anakku,
Blog Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, berbagi tentang berbagai bahan materi pembelajaran siswa SMP & SMA, umum peminat bahasa & sastra
Kamis, 03 Juli 2025
Puisi
Selasa, 01 Juli 2025
PUISI
Puisi Hari ini
Ingin
'ku sampaikan curahan, meski kadang tak kuat.
Menampung
makna pada ruang kata mungkin tak muat.
Baru
terbersit, kelopak ini sudah berkesiap menahan tetes.
Deras
nafas membawa kata begitu bergelora.
Seisi
langit ruangan sesak dipadati makna:
pelajaran
berharga,
nasihat,
teguran,
sesal
pada tingkah yang salah.
Luapan
hati dan pikiran begitu memadati lisan.
tak
henti mengumbar ucap bergumam tak terdengar.
Ya,
tentang hari ini.
Tentang
kisah sejarah perubahan dan kebangkitan
Lima
belas abad silam,
teladan
cermin perjalanan hidup
menuju
puncak kejayaan.
Dan,
pengembaraan Ingatan dua puluh tahun lalu
tentang
cerita indah
Janji
suci di hadapan saksi
Lantunan
akad yang melagu rindu,
dipandu
penghulu.
Selamat Tahun Baru 1445 H, dan
Mabruk fii umri Perjalanan pernikahan kami yg ke-20
1
Muharram 1445 H
19
Juli 2023
Senin, 30 Juni 2025
Buku GELORA
Prakata
Buku ini adalah coretan sederhana di buku harian berceceran. Penulis menemukannya di lembaran beberapa buku catatan, mulai tahun ’97 sampai 2017. Mungkin boleh disebut puisi atau sajak atau apalah, sekadar tumpahan kata yang berserakan tak beraturan. Barangkali hanya semburan frasa tangkapan lintasan pikiran yang lalu-lalang. Pun, bisa jadi merupakan sekumpulan kosa kata semata, yang belum terorganisir berkehendak mewujud makna.
Akan tetapi, tentu saja tebersit maksud, yaitu sekadar menangkap percikan api kejadian hidup agar bermakna dan menjadi ilmu yang menyala. Setidaknya tergores hati ketika itu pada ungkapan Ali bin Abi Tholib, “Ikatlah ilmu dengan menulis”.
Ya, seperti yang pernah “guru” katakan bahwa setiap lalu-lalang informasi yang didengar (oleh telinga kesadaran), akan bermakna bila “diikat” atau ditulis. Katanya, mencatat merupakan aktivitas penting dalam mengumpulkan setiap kepingan makna untuk kemudian melakukan penggabungan dengan kepingan-kepingan yang lain sehingga membentuk kepingan makna yang baru.
Mungkin, bagi yang sama-sama pernah membaca buku-buku kajian hermeneutik, semantik, maupun semiotik, sok blaga penulis mencoba mengungkapkan triangel antara kata, konsep atau akal, dan realitas sehingga lagi-lagi sok blaga, bahwa perjalanan hidup ini adalah menafsirkan realitas melalui akal pikiran ke dalam kata-kata, dan menafsirkan kata-kata melalui akal pikiran ke dalam realita. Wooow … sok filosofis.
Empat bagian dalam buku sederhana ini tidak berdasar pada ketentuan teori, asusmi, hipotesa, atau kerangka pikir apa pun. Ini hanya mencoba membagi ruang waktu berpikir penulis yang memungkinkan melihat perubahan jalan tempuh dalam menyusuri, melintasi, mengalami, mengikuti, meniti, setiap belukar yang dijumpai.
Salam,
Sabtu, 28 Juni 2025
PUISI Fajar
Fajar mulai terbit walau
mendung masih menggantung di langit.
Rinai gerimis perlahan reda.
Angin, tak membawa kabar,
ia ngumpet dalam jemuran
di teras rumah dan sesekali melongok
berdesir mengipas baju gantungan.
Dedaunan yang dibasuh hujan
mulai bercahaya menyapa siang.
Pagi hari ini, pa guru menancap di rumah.
Sisa pekerjaan sekolah
masih menumpuk menunggu sentuhannya.
Direngut kopi berkali-kali
...
20 April 2016
Kamis, 26 Juni 2025
PUISI HARI INI
PUISI HARI INI
OPINI : Membaca Buku Senikmat Pizza
Membaca Buku Senikmat Pizza Oleh: Ridwan Taufiq “Pak, saya sudah membaca,” sebuah jawaban lantang itu sering terdengar di kelas, k...
-
UNSUR DIDAKTIK PUISI “SAAT SEBELUM BERANGKAT” DALAM BUKU “HUJAN BULAN JUNI” KARYA SAPARDI DJOKO DAMONO Ridwan Taufiq, Yulian...
-
RE VIEW BUKU : Ridwan Taufiq Judul : Max Havelaar Penulis : Multatuli Penerbit : Qanita PT Miza...
-
GURUKU Karya : Abu Sabiq Kaulah pembawa kebenaran Kau percikan c...
