Kamis, 03 Juli 2025

Puisi

 Anakku,

ooh .... ternyata kau sedang menatap bintang, nak!
Betapa kelopak matamu tak kau katup,
demikian terpukau melihat kilau cahayanya, nak!
Tunggu,
aku sedang mencarikan tangga untukmu
semampuku tentunya,
selebihnya, kau harus bisa terbang sendiri
menggapainya, nak.
Maaf, jika terlambat
dan kau harus kuat menahan malu.
Biarlah, karena mereka berbeda.
Karena aku harus mendapatkan dua tangga
untuk adikmu,
yang jua sedang menatap bintang kecil
yang jauh dan masih pagi jika ia dibiarkan terbang.
Untukmu anakku, yang sudah lebih lama
jangan hanya menatap
bergeraklah dan ikut berdoa.

Selasa, 01 Juli 2025

PUISI

Puisi Hari ini

 

Ingin 'ku sampaikan curahan, meski kadang tak kuat.

Menampung makna pada ruang kata mungkin tak muat.

Baru terbersit, kelopak ini sudah berkesiap menahan tetes.

Deras nafas membawa kata begitu bergelora.

Seisi langit ruangan sesak dipadati makna:

pelajaran berharga,

nasihat,

teguran,

sesal pada tingkah yang salah.

 

Luapan hati dan pikiran begitu memadati lisan.

tak henti mengumbar ucap bergumam tak terdengar.

Ya, tentang hari ini.

 

Tentang kisah sejarah perubahan dan kebangkitan

Lima belas abad silam,

teladan cermin perjalanan hidup

menuju puncak kejayaan.

 

Dan, pengembaraan Ingatan dua puluh tahun lalu

tentang cerita indah

Janji suci di hadapan saksi

Lantunan akad yang melagu rindu,

dipandu penghulu.

 

Selamat Tahun Baru 1445 H, dan

Mabruk fii umri Perjalanan pernikahan kami yg ke-20


1 Muharram 1445 H

19 Juli 2023


OPINI : Membaca Buku Senikmat Pizza

  Membaca Buku Senikmat Pizza Oleh: Ridwan Taufiq   “Pak, saya sudah membaca,” sebuah jawaban lantang itu sering terdengar di kelas, k...