Anakku,
Berbagi Makna
Blog Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, berbagi tentang berbagai bahan materi pembelajaran siswa SMP & SMA, umum peminat bahasa & sastra
Kamis, 03 Juli 2025
Puisi
Selasa, 01 Juli 2025
PUISI
Puisi Hari ini
Ingin
'ku sampaikan curahan, meski kadang tak kuat.
Menampung
makna pada ruang kata mungkin tak muat.
Baru
terbersit, kelopak ini sudah berkesiap menahan tetes.
Deras
nafas membawa kata begitu bergelora.
Seisi
langit ruangan sesak dipadati makna:
pelajaran
berharga,
nasihat,
teguran,
sesal
pada tingkah yang salah.
Luapan
hati dan pikiran begitu memadati lisan.
tak
henti mengumbar ucap bergumam tak terdengar.
Ya,
tentang hari ini.
Tentang
kisah sejarah perubahan dan kebangkitan
Lima
belas abad silam,
teladan
cermin perjalanan hidup
menuju
puncak kejayaan.
Dan,
pengembaraan Ingatan dua puluh tahun lalu
tentang
cerita indah
Janji
suci di hadapan saksi
Lantunan
akad yang melagu rindu,
dipandu
penghulu.
Selamat Tahun Baru 1445 H, dan
Mabruk fii umri Perjalanan pernikahan kami yg ke-20
1
Muharram 1445 H
19
Juli 2023
Senin, 30 Juni 2025
Buku GELORA
Prakata
Buku ini adalah coretan sederhana di buku harian berceceran. Penulis menemukannya di lembaran beberapa buku catatan, mulai tahun ’97 sampai 2017. Mungkin boleh disebut puisi atau sajak atau apalah, sekadar tumpahan kata yang berserakan tak beraturan. Barangkali hanya semburan frasa tangkapan lintasan pikiran yang lalu-lalang. Pun, bisa jadi merupakan sekumpulan kosa kata semata, yang belum terorganisir berkehendak mewujud makna.
Akan tetapi, tentu saja tebersit maksud, yaitu sekadar menangkap percikan api kejadian hidup agar bermakna dan menjadi ilmu yang menyala. Setidaknya tergores hati ketika itu pada ungkapan Ali bin Abi Tholib, “Ikatlah ilmu dengan menulis”.
Ya, seperti yang pernah “guru” katakan bahwa setiap lalu-lalang informasi yang didengar (oleh telinga kesadaran), akan bermakna bila “diikat” atau ditulis. Katanya, mencatat merupakan aktivitas penting dalam mengumpulkan setiap kepingan makna untuk kemudian melakukan penggabungan dengan kepingan-kepingan yang lain sehingga membentuk kepingan makna yang baru.
Mungkin, bagi yang sama-sama pernah membaca buku-buku kajian hermeneutik, semantik, maupun semiotik, sok blaga penulis mencoba mengungkapkan triangel antara kata, konsep atau akal, dan realitas sehingga lagi-lagi sok blaga, bahwa perjalanan hidup ini adalah menafsirkan realitas melalui akal pikiran ke dalam kata-kata, dan menafsirkan kata-kata melalui akal pikiran ke dalam realita. Wooow … sok filosofis.
Empat bagian dalam buku sederhana ini tidak berdasar pada ketentuan teori, asusmi, hipotesa, atau kerangka pikir apa pun. Ini hanya mencoba membagi ruang waktu berpikir penulis yang memungkinkan melihat perubahan jalan tempuh dalam menyusuri, melintasi, mengalami, mengikuti, meniti, setiap belukar yang dijumpai.
Salam,
Sabtu, 28 Juni 2025
PUISI Fajar
Fajar mulai terbit walau
mendung masih menggantung di langit.
Rinai gerimis perlahan reda.
Angin, tak membawa kabar,
ia ngumpet dalam jemuran
di teras rumah dan sesekali melongok
berdesir mengipas baju gantungan.
Dedaunan yang dibasuh hujan
mulai bercahaya menyapa siang.
Pagi hari ini, pa guru menancap di rumah.
Sisa pekerjaan sekolah
masih menumpuk menunggu sentuhannya.
Direngut kopi berkali-kali
...
20 April 2016
Kamis, 26 Juni 2025
PUISI HARI INI
PUISI HARI INI
Minggu, 22 Januari 2023
Review Buku "Mengikat Makna"
Judul Buku : MENGIKAT MAKNA
Penulis : Hernowo
Penerbit : Kaifa
Cetakan : Keempat, November 2002
Jumlah halaman
: 244 halaman
Buku indah berwarna kuning ini, yakin bukan
sebuah kata ‘mereka’. Pun, bukan sekumpulan kosa kata semata, yang
terorganisisir menjadi buku. Lebih dari itu, buku yang disertai
gambar-gambar menarik ini adalah sebuah refleksi seluruh pengalaman
penulis. Sangat memotivasi, dan meyakinkan kita sebagai pembaca untuk menuju
dunia baru yang belum ditemukan dan yang belum
terduga.
Buku ini dapat digolongkan sebagai bacaan yang menarik. Pembaca diajak untuk tergerak menjadi pencinta buku. Mewujudkan buku sebagai bagian dari
kebahagiaan hidup. Sehingga saya menjadikan buku sebagai Dunia yang mengasyikan
seperti judul
resensi/ulasan buku ini. Mulai dari awal, Hernowo sebagai penulis buku ini memotivasi dengan ungkapan Ali ibn Abi Tholib, ikatlah ilmu dengan
menulis. Sabda inilah yang menginspirasi Hernowo memberikan judul buku “Mengikat Makna”ini.
Hal ini, senada dengan pemahamannya, bahwa setiap lalu lalang informasi yang
didengar, akan bermakna bila “diikat” atau ditulis. Pasalnya, mencatat
merupakan aktifitas penting dalam mengumpulkan kepingan makna, untuk kemudian
melakukan penggabungan dengan kepingan-kepingan yang lain, sehingga membentuk
kepingan makna yang baru.
Buku ini terdiri dari 7 (tujuh) pembahasan.
Bagian pertama, pembukaan. Di bagian ini, penulis mengungkapkan latar belakang,
mengapa manulis buku ini; sasaran; dan sistematika penyajian. Bagian kedua,
penulis memulai bahasannya dengan kiat umum: Membaca dan mengikat makna. Artinya
memahami teks akan menumbuhkan sikap kritis, dan menuliskan pemahaman akan
menambah pengetahuan. Tentu saja melalui sikap sabar, telaten, tekun, gigih dan
sunguh-sungguh.
Dalam Bab berikutnya, dan ini yang menarik,
penulis menyuguhkan kiat khusus, yakni mempresepsi buku sebagai “makanan
ruhani”. Buku memiliki fungsi utama, yaitu menggerakkan fikiran. Di sini mulai
muncul istilah buku “bergizi”, dan gizi buku-lah yang kemudian menggerakkan
fuksi tersebut. Dikatakan bahwa gizi sebuah buku terletak pada susunan katanya
yang mampu merangsang pikiran untuk bergerak. Selain bergizi, juga baik dalam
penyajianya. Jika kedua hal ini kompak, maka sangat mudah menemukan
gagasan-gagasan yang dapat menggerakan pikiran pembaca.
Maka, dalam bab berikutnya, ada 3 (tiga)
kiat khusus tersebut, diantaranya:
1.
Mengenali
sisi memikat sebuah buku lewat kekukuhan konstruksi gagasan dan kehebatan visi
pengarang.
Karena Gagasan adalah
“hasil pemikiran”, maka menulis sama dengan menata gagasan. Gagasan cemerlang
merupakan salah satu gizi buku yang mampu melakukan perubahan-perubahan besar
dan berarti.
Adapun visi pengarang atau
pengarang yang memiliki visi, dalam rumusan Hernowo, adalah orang yang memiliki
kemampuan merajut masa lalu dengan kekinian dan kedisinian untuk menengok,
secara amat mnenukik, pelbagai kemunginan yang akan terjadi di depan. Kita dapat menemukan pengarang tersebut
melalui kehidupan sehari-hari, biografi, kekayaan dan keluasan bacaannya, dan
akhlaknya.
2.
Mengenali
sisi memikat sebuah buku lewat sosok dan bentuk tampilannya
Sosok yang dimaksud,
adalah keterpaduan sistem. Sedangkan Bentuk adalah bagian parsialnya. Maka ada
sosok yang menyejarah dan bentuk yang melangit. Sosok menyejarah dapat
ditemukan melalui kepatuhan hukum, pengemasan,dan penampilan. Sosok sebuah buku
tercermin dari, kekayaan kosa kata, komposisi diksi, kaidah penalaran (berfikir
logis), dan kemahiran menulis. Adapun bentuk yang melangit dalam sebuah buku,
yang dimaksud, adalah buku yang dapat menerbangkan pikiran pembaca ke wilayah
terjauh untuk menafsirkan judul, komposisi warna, dan apa saja dalam sampul
buku secara variatif.
3.
Mengenali
sisi memikat sebuah buku lewat lewat unsur-unsur visual.
Maksudnya, bersifat
eksperimental untuk menunjukan bahwa buku di zaman sekarang dapat disajikan
dalam wujud yang kaya, indah, melawan arus, dan tidak dalam bentuk itu-itu
saja. Di sini, kata penulis, diperlukan persepsi abstrak dengan menggunakan
intuisi, intelektual, dan imajinasi.
Sunguh, buku ini akan
bermanfaat untuk setiap kalangan, yang ingin terjun menjadi penulis secara
serius. Disamping itu merangsang kita untuk terus menjadi penikmat buku.
Terutama bagi “pemeran” dunia pendidikan, Siswa atau mahasiswa dan, tentu
menjadi tuntutan bagi, guru.
Selasa, 17 Januari 2023
Menulis Cerita Best Practice
Menyusun Best Practices (PPL 1)
Oleh: Ridwan Taufiq, S.Pd
Menyusun Cerita Praktik Baik (Best Practice) Menggunakan
Metode STAR (Situasi, Tantangan, Aksi, Refleksi Hasil Dan Dampak)
Terkait
Pengalaman Mengatasi Permasalahan Siswa Dalam Pembelajaran
|
Lokasi
|
SMP Muhammadiyah 6 Kab. Bandung - Jawa Barat |
|
Lingkup
Pendidikan |
Sekolah Menengah Pertama |
|
Tujuan
yang ingin dicapai |
Meningkatkan
kemampuan peserta didik dalam menelaah unsur-unsur pembangun teks puisi |
|
Penulis
|
Ridwan Taufiq, S.Pd |
|
Tanggal
|
14 Desember 2022 |
|
Situasi: Kondisi
yang menjadi latar belakang masalah, mengapa praktik ini penting untuk
dibagikan, apa yang menjadi peran dan tanggung jawab anda dalam praktik ini. |
Latar belakang masalah
dari praktik pembelajaran ini adalah: 1. Peserta didik kurang
memahami konsep
unsur
pembangun teks puisi. 2. Peserta didik kurang
memahami
cara menelaah unsur-unsur pembangun teks puisi. Mengapa praktik ini
penting untuk dibagikan? Praktik pembelajaran ini menurut saya penting untuk
dilaksanakan dan dibagikan
karena saya berpikir banyak guru yang mengalami permasalahan yang saya alami, sehingga praktik ini diharapkan bisa memotivasi diri saya sendiri juga
diharapkan bisa menjadi referensi atau inspirasi bagi
rekan guru lain. Apa yang menjadi peran dan tanggung jawab anda dalam praktik ini? Saya yang berperan sebagai pendidik mempunyai tanggung jawab untuk
melakukan proses pembelajaran ini secara efektif, dengan menggunakan model dan media
pembelajaran yang tepat
dan inovatif, sehingga tujuan pembelajaran dan hasil belajar
siswa bisa tercapai sesuai dengan yang
diharapkan. |
|
Tantangan : Apa
saja yang menjadi tantangan untuk mencapai tujuan tersebut? Siapa saja yang
terlibat, |
Apa saja
yang menjadi tantangan untuk mencapai tujuan
tersebut? 1. Penggunaan model pembelajaran yang tidak inovatif oleh pendidik. 2. Ketertarikan
peserta didik yang kurang dalam pembelajaran sastra puisi. 3. Motivasi belajar siswa yang rendah,
karena pembelajaran yang
kurang menarik dan konvensional. Dari penyebab di atas tantangan yang dihadapi oleh pendidik adalah 1. Pemilihan model pembelajaran yang tepat dan sesuai
dengan materi pembelajaran dan karakteristik peserta didik. 2. Pendidik harus mampu menampilkan proses pembelajaran yang baru (terkini), menarik dan
menyenangkan bagi siswa, dengan
menggunakan media penunjang pembelajaran seperti penggunaan salindia dan media lainnya
sehingga siswa termotivasi mengikuti proses pembelajaran. Tantangan lainnya yaitu: Ø Di dalam ruang
kelas tidak bisa
mengakses internet/di lokasi sekolah pada umumnya. Ø Proyektor hanya 2 dari 7 kelas
sehingga belum terkondisikan di setiap kelas, hanya di ruang multimedia. Ø Beberapa
peserta didik tidak memiliki gawai. Siapa saja
yang terlibat? Dilihat dari tantangan tersebut dapat disimpulkan bahwa
tantangan yang dihadapi melibatkan pendidik
dari segi kompentensi yang harus dimiliki yaitu kompetensi pedagogik dan kompentensi profesional, sedangkan dari peserta
didik adalah motivasi belajar
dan ketertarikan pada materi puisi. |
|
Aksi : Langkah-langkah
apa yang dilakukan untuk menghadapi tantangan tersebut/ strategi apa yang
digunakan/ bagaimana prosesnya, siapa saja yang terlibat / Apa saja sumber
daya atau materi yang diperlukan untuk melaksanakan strategi ini |
Langkah-langkah apa yang dilakukan untuk
menghadapi tantangan tersebut
antara lain: 1.
Pemilihan model pembelajaran Berkaitan dengan model pembelajaran, Pendidik menerapkan model pembelajaran yang mampu meningkatkan keterlibatan dan
partisipasi peserta didik dalam
Pembelajaran, yaitu menerapkan Model Pembelajaran Problem
Based Learning (PBL)
dengan mengaplikasikan langkah-langkah pembelajaran yang mengaktifkan peserta didik. Dalam
PBL ini, Pendidik mengarahkan peserta didik untuk menelaah
unsur pembangun teks puisi. Dalam
pembelajaran ini pendidik memilih model pembelajaran Problem Based Learning PBL. 2.
Berkaitan dengan implementasi Model Pembelajaran Problem Based Learning
(PBL), guru
hendaknya memahami syntak-syntak PBLdan menuangkannya dalam langkah- langkah/kegiatan pembelajaran
yang di dalamnya terdapat kegiatan diskusi
kelompok dan presentasi hasil kerja kelompok. Langkah-langkah pembelajarannya sebagai berikut: ü Kegiatan Pendahuluan (memberikan salam,
berdoa bersama, mengecek kehadiran, menerima informasi keterkaitan materi sebelum dengan
materi sekarang, penjelasan singkat tentang
materi pembelajaran, menyampaikan tujuan pembelajaran. ü
Kegiatan inti Ø
Langkah 1. Orientasi peserta
didik pada masalah (pembentukan kelompok, pendidik membagikan LKPD) Ø
Langkah 2. Mengorganisasikan peserta
didik untuk belajar
(diskusi kelompok) Ø
Langkah 3. Membimbing Penyelidikan (pendidik berkeliling, dan peserta didik
menyelesaikan masalah yang
ditemui dalam LKPD) Ø
Langkah 4. Mengembangkan dan menyajikan
karya (Peserta didik melakukan presentasi,
dan tanya jawab) Ø
Langkah 5. Menganalisis dan
Mengevaluasi Proses Pemecahan Masalah ü
Kegiatan Penutup (menyimpulkan materi,
memberikan penghargaan, doa, dan salam
menutup pembelajaran) 3. Berkaitan dengan media
pembelajaran, guru dapat memanfaatkan media
pembelajaran yang memudahkan peserta didik untuk memahami
materi yang disampaikan, yaitu dengan menggunakan salindia yang di dalamnya dikombinasikan dengan materi
berupa video pembelajaran. (Mengandung Unsur TPACK) 4. Meningkatkan motivasi peserta didik a.
Strategi
yang dilakukan pendidik dalam meningkatkan
motivasi peserta didik
adalah dengan merancang pembelajaran yang berpusat pada peserta didik. Di sini pendidik mengembangkan RPP dengan
kegiatan yang berpusat pada
peserta didik. b.
Proses
pengembangan RPP yang berpusat pada peserta
didik, dalam hal ini guru
menentukan kegiatan apa saja yang akan dilakukan dalam pembelajaran yang tentunya kegiatan-kegiatan itu berpusat pada
peserta didik dan membuat peserta
didik lebih aktif
dalam proses pembelajaran. c.
Sumber
data yang diperlukan dalam pemilihan model
pembelajaran ini antara
lain pemahaman/kompetensi pendidik dalam pembuatan RPP dan juga kreatifitas merancang kegiatan-kegiatan yang
membuat peserta didik
lebih aktif dalam pembelajaran. Langkah-langkah apa yang dilakukan untuk
menghadapi tantangan lainnya
yang pendidik temui
yaitu: Ø Meskipun akses internet kurang stabil,
pendidik tetap berupaya untuk
memberikan pembelajaran yang baru dan menarik bagi peserta didik.
Tentunya untuk mempersiapkan semuanya supaya mampu
menampilkan sesuatu yang inovatif, baru dan menarik, dibutuhkan pengorbanan dari pendidik, dengan
cara membuat salindia. Hal ini pendidik
lakukan, karena diperkirakan resiko
(hal-hal yang tidak diinginkan terjadi) sangat
kecil hanya melibatkan diri Pendidik. Ø Jumlah proyektor hanya
dua, bukan berarti membuat
KBM terhambat. Sebagai
pendidik harus dapat
mengkondisikan dan mengomunikasikan pada rekan- rekan
pendidik mengenai media,
alat dan bahan. Ø Berhubung akan menggunakan proyektor untuk mengajar, maka saya melakukan pertukaran ruangan, tentunya sebelum
itu berkomunikasi dengan kepala sekolah dan
rekan guru. |
|
Refleksi Hasil dan dampak Bagaimana
dampak dari aksi dari Langkah-langkah yang dilakukan? Apakah hasilnya
efektif? Atau tidak efektif? Mengapa?
Bagaimana respon orang lain terkait dengan strategi yang dilakukan, Apa yang menjadi
faktor keberhasilan atau ketidakberhasilan dari strategi yang dilakukan? Apa
pembelajaran dari keseluruhan proses tersebut |
Dampak dari aksi dan langkah-langkah yang dilakukan hasilnya efektif dan dapat dilihat
dari 1. Dampak dari penerapan Model
Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) membuat peserta
didik lebih aktif dalam pembelajaran. Pembelajaran tidak hanya berpusat kepada Pendidik karena pada saat pembelajaran, peserta
didik ditugaskan bersama
kelompoknya untuk berdiskusi lalu mempresentasikannya di
depan kelas. 2. Dengan menggunakan Model Pembelajaran PBL, peserta didik
lebih termotivasi sehingga peserta didik
lebih mudah menuangkan ide/gagasan dalam menyelesaikan LKPD/tugas yang diberikan. 3. Penggunaan
Media pembelajaran berupa Salindia
dengan menyertakan
pemutaran video membuat peserta didik tidak
cepat bosan dalam pembelajaran serta lebih mudah memahami materi yang disampaikan oleh Pendidik. 4. Respon peserta didik
terhadap kegiatan pembelajaran ini sangat senang,
bisa dilihat saat proses pembelajaran pada kegiatan ini berlangsung sehingga pada akhir pembelajaran mereka
mampu memahami materi
ini. Faktor keberhasilan pembelajaran ini sangat dituntukan oleh penguasaan pendidik terhadap model pembelajaran, media pembelajaran dalam hal
ini langkah-langkah pada rencana pelaksanaan pembelajaran yang sudah dibuat. Persentase keberhasilan peserta didik
pada materi teks puisi yaitu: Dari 20 peserta didik
yang ada di kelas VIIIB - Kurang lebih 17 peserta didik dari jumlah
siswa 20 orang yang berhasil melewati KKM (75) atau sekitar 88% -
Masih ada
tiga (3) peserta didik yang belum
mampu menyelesaikan tugas yang
disampaikan atau sekitar
12%. -
Maka dapatlah ditarik kesimpulan bahwa
pembelajaran dinyatakan efektif
karena sebagian besar
peserta didik mengalami keberhasilan, dan hanya 3 peserta didik yang belum
berhasil. Peserta didik yang belum berhasil
diberikan remidial. Faktor keberhasilan pembelajaran ini sangat
ditentukan oleh kemampuan guru mengelola pembelajaran berdasarkan penguasaan terhadap media, model dan metode
serta langkah langkah kegiatan pembelajaran yang sudah dibuat. Pendidik harus lebih kreatif dan inovatif
dalam memilih model pembelajaran
dan media pembelajaran untuk membuat proses
belajar mengajar sesuai
dengan yang diharapkan walaupun kondisi
sekolah tidak memiliki akses internet. |
LK 3.1
Menyusun Best Practices (PPL 2)
Menyusun Cerita Praktik Baik (Best Practice) Menggunakan
Metode STAR (Situasi, Tantangan, Aksi, Refleksi Hasil Dan Dampak)
Terkait
Pengalaman Mengatasi Permasalahan Siswa Dalam Pembelajaran
|
Lokasi
|
SMP Muhammadiyah 6 Kab.Bandung - Jawa Barat |
|
Lingkup
Pendidikan |
Sekolah Menengah Pertama |
|
Tujuan
yang ingin dicapai |
Meningkatkan
kemampuan siswa dalam mengungkapkan pengalaman dan gagasan dalam bentuk cerita pendek. |
|
Penulis
|
Ridwan Taufiq, S.Pd |
|
Tanggal
|
7 Januari 2023 |
|
Situasi: Kondisi
yang menjadi latar belakang masalah, mengapa praktik ini penting untuk
dibagikan, apa yang menjadi peran dan tanggung jawab anda dalam praktik ini. |
Latar belakang masalah
dari praktik pembelajaran ini adalah: 1.
Peserta didik
kurang tertarik dan termotivasi dalam pembelajaran cerpen. 2.
Peserta didik belum terampil dalam
pembelajaran menulis cerpen. Mengapa praktik
ini penting untuk
dibagikan? Praktik pembelajaran ini menurut saya penting untuk
dilaksanakan dan dibagikan
karena saya berpikir banyak guru yang mengalami permasalahan yang saya alami, sehingga praktik ini diharapkan bisa memotivasi diri saya sendiri juga
diharapkan bisa menjadi referensi atau inspirasi bagi
rekan guru lain. Apa yang menjadi peran dan tanggung jawab anda dalam praktik ini? Saya yang berperan sebagai pendidik mempunyai tanggung jawab untuk
melakukan proses pembelajaran ini secara efektif, dengan menggunakan model dan media
pembelajaran yang tepat
dan inovatif, sehingga tujuan pembelajaran dan hasil belajar
siswa bisa tercapai sesuai dengan yang
diharapkan. |
|
Tantangan : Apa
saja yang menjadi tantangan untuk mencapai tujuan tersebut? Siapa saja yang
terlibat, |
Tantangan dalam Meningkatkan Minat Belajar Peserta Didik dalam Pembelajaran menulis teks cerpen: Setelah dilakukan identifikasi masalah dengan refleksi diri, kajian literatur, dan wawancara
dengan beberapa narasumber yaitu:
guru (teman sejawat) dan peserta didik,
maka beberapa tantangan yang terjadi yaitu: 1.
Model pembelajaran yang belum mengaktifkan keterlibatan peserta didik
dalam pembelajaran menulis
teks. 2.
Terbatasnya pemanfaatan referensi atau sumber belajar yang tersedia di sekolah. 3.
Kurang optimalnya penggunaan media
pembelajaran interaktif yang mengandung unsur TPACK untuk meningkatkan motivasi, antusias, dan kreativitas peserta didik dalam pembelajaran. Dari penyebab di atas tantangan yang dihadapi oleh pendidik diantaranya : 1. Pemilihan model pembelajaran yang tepat dan sesuai
dengan materi pembelajaran dan karakteristik peserta didik. 2. Pendidik harus mampu menampilkan proses pembelajaran yang baru (terkini), menarik dan
menyenangkan bagi siswa, dengan
menggunakan media penunjang pembelajaran seperti penggunaan salindia,
gawai (android), dan media
lainnya sehingga siswa
termotivasi mengikuti proses
pembelajaran. Tantangan lainnya yaitu: Ø Di dalam ruang
kelas tidak bisa
mengakses internet atau tidak stabil. Ø Proyektor hanya
2 dari 7 kelas sehingga
belum terkondisikan di setiap kelas, hanya di ruang multimedia. Ø Beberapa
peserta didik tidak memiliki gawai. Siapa saja
yang terlibat? Dilihat dari tantangan tersebut dapat disimpulkan bahwa
tantangan yang dihadapi melibatkan pendidik
dari segi kompentensi yang harus dimiliki yaitu kompetensi pedagogik dan kompentensi profesional, sedangkan dari peserta
didik adalah motivasi belajar
dan ketertarikan pada materi menulis cerpen. |
|
Aksi : Langkah-langkah
apa yang dilakukan untuk menghadapi tantangan tersebut/ strategi apa yang
digunakan/ bagaimana prosesnya, siapa saja yang terlibat / Apa saja sumber
daya atau materi yang diperlukan untuk melaksanakan strategi ini |
Langkah-langkah apa yang dilakukan untuk
menghadapi tantangan tersebut
antara lain: 1. Pemilihan model
pembelajaran a. Strategi yang dilakukan pendidik dalam pemilihan model pembelajaran adalah
dengan memahami karakteristik siswa dan karakteristik materi. Dalam pembelajaran ini pendidik memilih
model pembelajaran PjBL (Project Based
Learning). Langkah-langkah pembelajarannya sebagai berikut: ü Kegiatan Pendahuluan dengan kegiatan Salam
dari guru; berdoa bersama; mengecek kehadiran; menyanyikan lagu wajib
nasional; apersepsi, dan Ice Breaking; ü Kegiatan inti Ø
Langkah 1. Pertanyaan mendasar (.
menyampaikan tujuan pembelajaran dan manfaat materi pembelajaran; menemukan
dan mendaftar masalah-masalah yang
dihadapi peserta didik). Ø
Langkah 2. Mendesain
perencanaan produk (Pembagian kelompok; Diskusi mengenai langkah-langkah pembuatan
prproyek; memberikan LKPD). Ø
Langkah 3. Menyusun jadwal
pembuatan (Membuat kesepakatan jadwal penyelesaian
proyek). Ø
Langkah 4. Memonitoring
keaktifan dan perkembangan proyek (Peserta didik melakukan observasi;
mencatat setiap tahapan; pemantauan dan bimbingan oleh guru). Ø
Langkah 5. Menguji hasil (Peserta
didik menukarkan hasil pekerjaannya dengan teman untuk dikoreksi; memaparkan
laporan proyek dan saling menanggapi dalam bimbingan guru. Ø
Langkah 6. Evaluasi pengalaman belajar
(Peserta didik menyampaikan pengalaman proyek yang telah dilakukan; Guru
menyimpulkan hasil proyek. ü
Kegiatan Penutup (Melakuan refleksi
pembelajaran; menyampaikan informasi tentang kompetensi yang akan dipelajari
pada pertemuan selanjutnya; berdoa bersama dan salam. penutup pembelajaran) b. Proses pemilihan model pembelajaran ini pertama pendidik mempelajari apa saja model-model dalam
pembelajaran, lalu mampu
memahami karakteristik siswa
dengan melihat kemampuan siswa dengan melihat kemampuan dasar dan kebiasaan siswa.
Selanjutnya melihat karakteristik materi dengan mempelajari materi pembelajaran yang terdapat di buku paket. c. Sumber daya yang
diperlukan dalam pemilihan model pembelajaran antara
lain pemahaman/kompetensi pendidik akan model pembelajaran PjBL dan juga pemahaman pendidik akan materi pembelajaran. 2. Meningkatkan motivasi peserta didik a. Strategi yang dilakukan pendidik dalam meningkatkan motivasi peserta didik adalah
dengan merancang pembelajaran yang berpusat pada peserta
didik. Di sini pendidik
mengembangkan RPP dengan kegiatan yang berpusat pada
peserta didik. b. Proses pengembangan RPP yang
berpusat pada peserta didik, dalam
hal ini guru menentukan kegiatan apa saja yang akan dilakukan dalam
pembelajaran yang tentunya kegiatan-kegiatan itu berpusat pada peserta didik dan membuat
peserta didik lebih
aktif dalam proses
pembelajaran. c. Sumber data yang diperlukan dalam pemilihan model pembelajaran ini antara lain pemahaman/kompetensi pendidik dalam pembuatan RPP dan juga kreatifitas merancang kegiatan-kegiatan yang
membuat siswa lebih
aktif dalam pembelajaran. Langkah-langkah yang dilakukan untuk menghadapi tantangan lainnya yang pendidik temui yaitu: Ø
Pendidik tetap berupaya untuk memberikan pembelajaran
yang baru dan menarik bagi peserta didik.
Tentunya untuk mempersiapkan semuanya supaya mampu
menampilkan sesuatu yang inovatif, baru dan menarik, dibutuhkan pengorbanan dari pendidik, dengan
cara membuat salindia. Ø
Keterbatasan proyektor, tidak membuat KBM terhambat. Sebagai pendidik harus
dapat mengkondisikan dan mengomunikasikan pada rekan- rekan
pendidik mengenai media,
alat dan bahan. Ø
Berhubung akan menggunakan proyektor untuk mengajar, maka saya melakukan pertukaran ruangan, dengan berkomunikasi meminta rekomendasi
sebelumnya dengan kepala sekolah dan rekan guru. |
|
Refleksi Hasil dan dampak Bagaimana
dampak dari aksi dari Langkah-langkah yang dilakukan? Apakah hasilnya
efektif? Atau tidak efektif? Mengapa?
Bagaimana respon orang lain terkait dengan strategi yang dilakukan, Apa yang
menjadi faktor keberhasilan atau ketidakberhasilan dari strategi yang
dilakukan? Apa pembelajaran dari keseluruhan proses tersebut |
Dampak
dari aksi dan langkah-langkah yang dilakukan hasilnya efektif , yaitu sebagai
berikut: 1. Menjalin komunikasi yang baik dan terus memotivasi siswa
untuk belajar meningkatkan semangat siswa dalam belajar dan meningkatnya rasa
percaya diri siswa. 2. Pemilihan model pembelajaran dan juga kegiatan yang berpusat pada
peserta didik mampu
meningkatkan keaktifan peserta
didik dalam proses pembelajaran sehingga peserta didik termotivasi untuk
belajar, aktif dalam diskusi kolempok, dan tidak segan dalam
mengemukakan ide atau pendapat. 3. Pemilihan model pembelajaran PjBL, terbukti membantu siswa
mengembangkan keterampilan menulis cerita pendek, siswa lebih dewasa dan
mandiri dalam menyelesaikan LKPD yang diberikan guru. Respon
peserta didik terhadap kegiatan pembelajaran ini adalah peserta didik sangat
senang dan bersemangat, bisa dilihat pada refleksi akhir pembelajaran, peserta
didik memberikan refleksi bahwa pembelajaran sangat menyenangkan. Metode
diskusi meningkatkan semangat belajar dan peserta didik mampu berbagi
ide/pendapat, hal tersebut membuat peserta didik mudah memahami materi dan
menyelesaikan lembar kerja yang diberikan. Persentase keberhasilan peserta
didik yaitu: - Kurang lebih 15 peserta didik dari jumlah
siswa 20 orang yang berhasil melewati KKM (78) atau sekitar 76% -
Masih ada
lima (5) peserta didik yang belum
mampu menyelesaikan tugas yang
disampaikan atau sekitar
24%. -
Maka dapatlah ditarik kesimpulan bahwa
pembelajaran dinyatakan efektif
karena sebagian besar
peserta didik mengalami keberhasilan, dan hanya 5 peserta didik yang belum
berhasil. Peserta didik yang belum berhasil
diberikan remidial. Faktor
keberhasilan pembelajaran ini sangat ditentukan dari penguasaan guru terhadap
materi ajar, media, metode, model pembelajaran, dan langkah-langkah pada
rencana pelaksanaan pembelajaran yang sudah dibuat. Pembelajaran
yang bisa diambil dari proses dan kegiatan yang sudah dilakukan adalah guru
harus lebih kreatif dan inovatif dalam memilih media, metode, model
pembelajaran sehingga peserta didik lebih termotivasi untuk belajar dan
mendapatkan hasil sesuai dengan tujuan pembelajaran. |
Puisi
Anakku, ooh .... ternyata kau sedang menatap bintang, nak! Betapa kelopak matamu tak kau katup, demikian terpukau melihat kilau cahayanya,...
-
UNSUR DIDAKTIK PUISI “SAAT SEBELUM BERANGKAT” DALAM BUKU “HUJAN BULAN JUNI” KARYA SAPARDI DJOKO DAMONO Ridwan Taufiq, Yulian...
-
RE VIEW BUKU : Ridwan Taufiq Judul : Max Havelaar Penulis : Multatuli Penerbit : Qanita PT Miza...
-
GURUKU Karya : Abu Sabiq Kaulah pembawa kebenaran Kau percikan c...

