Kamis, 03 Juli 2025

Puisi

 Anakku,

ooh .... ternyata kau sedang menatap bintang, nak!
Betapa kelopak matamu tak kau katup,
demikian terpukau melihat kilau cahayanya, nak!
Tunggu,
aku sedang mencarikan tangga untukmu
semampuku tentunya,
selebihnya, kau harus bisa terbang sendiri
menggapainya, nak.
Maaf, jika terlambat
dan kau harus kuat menahan malu.
Biarlah, karena mereka berbeda.
Karena aku harus mendapatkan dua tangga
untuk adikmu,
yang jua sedang menatap bintang kecil
yang jauh dan masih pagi jika ia dibiarkan terbang.
Untukmu anakku, yang sudah lebih lama
jangan hanya menatap
bergeraklah dan ikut berdoa.

Selasa, 01 Juli 2025

PUISI

Puisi Hari ini

 

Ingin 'ku sampaikan curahan, meski kadang tak kuat.

Menampung makna pada ruang kata mungkin tak muat.

Baru terbersit, kelopak ini sudah berkesiap menahan tetes.

Deras nafas membawa kata begitu bergelora.

Seisi langit ruangan sesak dipadati makna:

pelajaran berharga,

nasihat,

teguran,

sesal pada tingkah yang salah.

 

Luapan hati dan pikiran begitu memadati lisan.

tak henti mengumbar ucap bergumam tak terdengar.

Ya, tentang hari ini.

 

Tentang kisah sejarah perubahan dan kebangkitan

Lima belas abad silam,

teladan cermin perjalanan hidup

menuju puncak kejayaan.

 

Dan, pengembaraan Ingatan dua puluh tahun lalu

tentang cerita indah

Janji suci di hadapan saksi

Lantunan akad yang melagu rindu,

dipandu penghulu.

 

Selamat Tahun Baru 1445 H, dan

Mabruk fii umri Perjalanan pernikahan kami yg ke-20


1 Muharram 1445 H

19 Juli 2023


Senin, 30 Juni 2025

Buku GELORA




Judul                     GELORA
Penulis                  : Abu Sabiq (Ridwan Taufiq)
Editor                    : Leci Seira
Cetakan Pertama   : Mei 2023
Cetakan Kedua   : Juli 2024
Penerbit                : PT. INDRA ALYA AYRA
QRCBN               : 62-519-7133-026
ISBN         : 978-623-10-1663-8
 



Prakata

Buku ini adalah coretan sederhana di buku harian berceceran. Penulis menemukannya di lembaran beberapa buku catatan, mulai tahun ’97 sampai 2017. Mungkin boleh disebut puisi atau sajak atau apalah, sekadar tumpahan kata yang berserakan tak beraturan. Barangkali hanya semburan frasa tangkapan lintasan pikiran yang lalu-lalang. Pun, bisa jadi merupakan sekumpulan kosa kata semata, yang belum terorganisir berkehendak mewujud makna.

Akan tetapi, tentu saja tebersit maksud, yaitu sekadar menangkap percikan api kejadian hidup agar bermakna dan menjadi ilmu yang menyala. Setidaknya tergores hati ketika itu pada ungkapan Ali bin Abi Tholib, “Ikatlah ilmu dengan menulis”.

Ya, seperti yang pernah “guru” katakan bahwa setiap lalu-lalang informasi yang didengar (oleh telinga kesadaran), akan bermakna bila “diikat” atau ditulis. Katanya, mencatat merupakan aktivitas penting dalam mengumpulkan setiap kepingan makna  untuk kemudian melakukan penggabungan dengan kepingan-kepingan yang lain sehingga membentuk kepingan makna yang baru.

Mungkin, bagi yang sama-sama pernah membaca buku-buku kajian hermeneutik, semantik, maupun semiotik, sok blaga penulis mencoba mengungkapkan triangel antara kata, konsep atau akal, dan realitas sehingga lagi-lagi sok blaga, bahwa perjalanan hidup ini adalah menafsirkan realitas melalui akal pikiran ke dalam kata-kata, dan menafsirkan kata-kata melalui akal pikiran ke dalam realita. Wooow … sok filosofis.

Empat bagian dalam buku sederhana ini tidak berdasar pada ketentuan teori, asusmi, hipotesa, atau kerangka pikir apa pun. Ini hanya mencoba membagi ruang waktu berpikir penulis yang memungkinkan melihat perubahan jalan tempuh dalam menyusuri, melintasi, mengalami, mengikuti, meniti, setiap belukar yang dijumpai.

 

Salam,


Penulis


 

Sabtu, 28 Juni 2025

PUISI Fajar

 



Fajar mulai terbit walau

mendung masih menggantung di langit.

Rinai gerimis perlahan reda.

Angin, tak membawa kabar,

ia ngumpet dalam jemuran

di teras rumah dan sesekali melongok

berdesir mengipas baju gantungan.

Dedaunan yang dibasuh hujan

mulai bercahaya menyapa siang.

Pagi hari ini, pa guru menancap di rumah.

Sisa pekerjaan sekolah

masih menumpuk menunggu sentuhannya.

Direngut kopi berkali-kali ...


20 April 2016

Kamis, 26 Juni 2025

PUISI HARI INI

 PUISI HARI INI

(AbuSabiq✍️)
Doa bapak yang terbaik untuk kalian semua.
Jadilah anak baik, pintar, Sholeh & Sholehah.
Tetap semangat menimba ilmu.
Banggakan orang tuamu,
doa kan ia tetap sehat selalu, sejahtera, dalam lindunganNya.
Orang tua yang senantiasa menjagamu, membimbingmu
siang dan malam.
Cium punggung tangannya,
hirup aroma cintanya,
yang tak akan pernah pudar.
Doakan juga bp gurumu ini,
Agar senantiasa tetap kuat melayani, membimbing dan menjadi pelita di kegelapan ilmu anak-anak penempuh masa depan.
Menjadi antena yang terus memancarkanbkebenaran.
Maklumi kekurangan dan kelemahannya.
*Terima kasih kebersamaan nya, Anak-anakku yang hebat*🥰



Minggu, 22 Januari 2023

Review Buku "Mengikat Makna"


Judul Buku        : MENGIKAT MAKNA

Penulis                   : Hernowo

Penerbit                 : Kaifa

Cetakan                  : Keempat, November 2002

Jumlah halaman      : 244 halaman

 

Buku indah berwarna kuning ini, yakin bukan sebuah kata ‘mereka’. Pun, bukan sekumpulan kosa kata semata, yang terorganisisir menjadi buku. Lebih dari itu, buku yang disertai gambar-gambar menarik ini adalah sebuah refleksi seluruh pengalaman penulis. Sangat memotivasi, dan meyakinkan kita sebagai pembaca untuk menuju dunia baru yang belum ditemukan dan yang belum terduga. 

 

Buku ini dapat digolongkan sebagai bacaan yang menarik. Pembaca diajak untuk tergerak menjadi pencinta buku.  Mewujudkan buku sebagai bagian dari kebahagiaan hidup. Sehingga saya menjadikan buku sebagai Dunia yang mengasyikan seperti judul resensi/ulasan buku ini.  Mulai dari awal, Hernowo sebagai penulis buku ini memotivasi dengan ungkapan Ali ibn Abi Tholib, ikatlah ilmu dengan menulis. Sabda inilah yang menginspirasi Hernowo memberikan judul buku “Mengikat Makna”ini. Hal ini, senada dengan pemahamannya, bahwa setiap lalu lalang informasi yang didengar, akan bermakna bila “diikat” atau ditulis. Pasalnya, mencatat merupakan aktifitas penting dalam mengumpulkan kepingan makna, untuk kemudian melakukan penggabungan dengan kepingan-kepingan yang lain, sehingga membentuk kepingan makna yang baru.

 

Buku ini terdiri dari 7 (tujuh) pembahasan. Bagian pertama, pembukaan. Di bagian ini, penulis mengungkapkan latar belakang, mengapa manulis buku ini; sasaran; dan sistematika penyajian. Bagian kedua, penulis memulai bahasannya dengan kiat umum: Membaca dan mengikat makna. Artinya memahami teks akan menumbuhkan sikap kritis, dan menuliskan pemahaman akan menambah pengetahuan. Tentu saja melalui sikap sabar, telaten, tekun, gigih dan sunguh-sungguh.

 

Dalam Bab berikutnya, dan ini yang menarik, penulis menyuguhkan kiat khusus, yakni mempresepsi buku sebagai “makanan ruhani”. Buku memiliki fungsi utama, yaitu menggerakkan fikiran. Di sini mulai muncul istilah buku “bergizi”, dan gizi buku-lah yang kemudian menggerakkan fuksi tersebut. Dikatakan bahwa gizi sebuah buku terletak pada susunan katanya yang mampu merangsang pikiran untuk bergerak. Selain bergizi, juga baik dalam penyajianya. Jika kedua hal ini kompak, maka sangat mudah menemukan gagasan-gagasan yang dapat menggerakan pikiran pembaca.

 

Maka, dalam bab berikutnya, ada 3 (tiga) kiat khusus tersebut, diantaranya:

1.      Mengenali sisi memikat sebuah buku lewat kekukuhan konstruksi gagasan dan kehebatan visi pengarang.

Karena Gagasan adalah “hasil pemikiran”, maka menulis sama dengan menata gagasan. Gagasan cemerlang merupakan salah satu gizi buku yang mampu melakukan perubahan-perubahan besar dan berarti. 

Adapun visi pengarang atau pengarang yang memiliki visi, dalam rumusan Hernowo, adalah orang yang memiliki kemampuan merajut masa lalu dengan kekinian dan kedisinian untuk menengok, secara amat mnenukik, pelbagai kemunginan yang akan terjadi di depan.  Kita dapat menemukan pengarang tersebut melalui kehidupan sehari-hari, biografi, kekayaan dan keluasan bacaannya, dan akhlaknya.

2.     Mengenali sisi memikat sebuah buku lewat sosok dan bentuk tampilannya

Sosok yang dimaksud, adalah keterpaduan sistem. Sedangkan Bentuk adalah bagian parsialnya. Maka ada sosok yang menyejarah dan bentuk yang melangit. Sosok menyejarah dapat ditemukan melalui kepatuhan hukum, pengemasan,dan penampilan. Sosok sebuah buku tercermin dari, kekayaan kosa kata, komposisi diksi, kaidah penalaran (berfikir logis), dan kemahiran menulis. Adapun bentuk yang melangit dalam sebuah buku, yang dimaksud, adalah buku yang dapat menerbangkan pikiran pembaca ke wilayah terjauh untuk menafsirkan judul, komposisi warna, dan apa saja dalam sampul buku secara variatif.

3.     Mengenali sisi memikat sebuah buku lewat lewat unsur-unsur visual.

Maksudnya, bersifat eksperimental untuk menunjukan bahwa buku di zaman sekarang dapat disajikan dalam wujud yang kaya, indah, melawan arus, dan tidak dalam bentuk itu-itu saja. Di sini, kata penulis, diperlukan persepsi abstrak dengan menggunakan intuisi, intelektual, dan imajinasi.

Sunguh, buku ini akan bermanfaat untuk setiap kalangan, yang ingin terjun menjadi penulis secara serius. Disamping itu merangsang kita untuk terus menjadi penikmat buku. Terutama bagi “pemeran” dunia pendidikan, Siswa atau mahasiswa dan, tentu menjadi tuntutan bagi, guru.

Selasa, 17 Januari 2023

Menulis Cerita Best Practice

Menyusun Best Practices (PPL 1)

Oleh: Ridwan Taufiq, S.Pd

 

Menyusun Cerita Praktik Baik (Best Practice)  Menggunakan Metode STAR (Situasi, Tantangan, Aksi, Refleksi Hasil Dan Dampak)

Terkait Pengalaman Mengatasi Permasalahan Siswa Dalam Pembelajaran

 

Lokasi

SMP Muhammadiyah 6 Kab. Bandung - Jawa Barat

Lingkup Pendidikan

Sekolah Menengah Pertama

Tujuan yang ingin dicapai

Meningkatkan kemampuan peserta didik dalam menelaah unsur-unsur pembangun teks puisi

Penulis

Ridwan Taufiq, S.Pd

Tanggal

14 Desember 2022

Situasi:

Kondisi yang menjadi latar belakang masalah, mengapa praktik ini penting untuk dibagikan, apa yang menjadi peran dan tanggung jawab anda dalam praktik ini.

 

Latar belakang masalah dari praktik pembelajaran ini adalah:

1.      Peserta didik kurang memahami konsep unsur pembangun teks puisi.

2.      Peserta didik kurang memahami cara menelaah unsur-unsur pembangun teks puisi.

 

Mengapa praktik ini penting untuk dibagikan?

Praktik pembelajaran ini menurut saya penting untuk dilaksanakan dan dibagikan karena saya berpikir banyak guru yang mengalami permasalahan yang saya alami, sehingga praktik ini diharapkan bisa memotivasi diri saya sendiri juga diharapkan bisa menjadi referensi atau inspirasi bagi rekan guru lain.

 

Apa yang menjadi peran dan tanggung jawab anda dalam praktik ini?

Saya yang berperan sebagai pendidik mempunyai tanggung jawab untuk melakukan proses pembelajaran ini secara efektif, dengan menggunakan model dan media pembelajaran yang tepat dan inovatif, sehingga tujuan pembelajaran dan hasil belajar siswa bisa tercapai sesuai dengan yang diharapkan.

 

Tantangan :

Apa saja yang menjadi tantangan untuk mencapai tujuan tersebut? Siapa saja yang terlibat,

 

Apa saja yang menjadi tantangan untuk mencapai tujuan tersebut?

1.      Penggunaan model pembelajaran yang tidak inovatif oleh pendidik.

2.      Ketertarikan peserta didik yang kurang dalam pembelajaran sastra puisi.

3.      Motivasi belajar siswa yang rendah, karena pembelajaran yang kurang menarik dan konvensional.

 

Dari penyebab di atas tantangan yang dihadapi oleh pendidik adalah

1.      Pemilihan model pembelajaran yang tepat dan sesuai dengan materi pembelajaran dan karakteristik peserta didik.

2.      Pendidik harus mampu menampilkan proses pembelajaran yang baru (terkini), menarik dan menyenangkan bagi siswa, dengan menggunakan media penunjang pembelajaran seperti penggunaan salindia dan media lainnya sehingga siswa termotivasi mengikuti proses pembelajaran.

 

Tantangan lainnya yaitu:

Ø  Di dalam ruang kelas tidak bisa mengakses internet/di   lokasi sekolah pada umumnya.

Ø  Proyektor hanya 2 dari 7 kelas sehingga belum terkondisikan di setiap kelas, hanya di ruang multimedia.

Ø  Beberapa peserta didik tidak memiliki gawai.

 

Siapa saja yang terlibat?

Dilihat dari tantangan tersebut dapat disimpulkan bahwa tantangan yang dihadapi melibatkan pendidik dari segi kompentensi yang harus dimiliki yaitu kompetensi pedagogik dan kompentensi profesional, sedangkan dari peserta didik adalah motivasi belajar dan ketertarikan pada materi puisi.

 

Aksi :

Langkah-langkah apa yang dilakukan untuk menghadapi tantangan tersebut/ strategi apa yang digunakan/ bagaimana prosesnya, siapa saja yang terlibat / Apa saja sumber daya atau materi yang diperlukan untuk melaksanakan strategi ini

 

Langkah-langkah apa yang dilakukan untuk menghadapi tantangan tersebut antara lain:

1.      Pemilihan model pembelajaran

Berkaitan dengan model pembelajaran, Pendidik menerapkan model pembelajaran yang mampu meningkatkan keterlibatan dan partisipasi peserta didik dalam Pembelajaran, yaitu menerapkan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dengan mengaplikasikan langkah-langkah pembelajaran yang mengaktifkan peserta didik. Dalam PBL ini, Pendidik mengarahkan peserta didik untuk menelaah unsur pembangun teks puisi. Dalam pembelajaran ini pendidik memilih model pembelajaran Problem Based Learning PBL.

 

2.      Berkaitan dengan implementasi Model Pembelajaran    Problem    Based    Learning    (PBL), guru hendaknya memahami syntak-syntak PBLdan menuangkannya dalam langkah- langkah/kegiatan pembelajaran yang di dalamnya terdapat kegiatan diskusi kelompok dan presentasi hasil kerja kelompok.

 

Langkah-langkah pembelajarannya sebagai berikut:

ü     Kegiatan Pendahuluan

(memberikan salam, berdoa bersama, mengecek kehadiran, menerima informasi keterkaitan materi sebelum dengan materi sekarang, penjelasan singkat tentang materi pembelajaran, menyampaikan tujuan pembelajaran.

ü Kegiatan inti

Ø  Langkah 1. Orientasi peserta didik pada masalah (pembentukan kelompok, pendidik membagikan LKPD)

Ø  Langkah 2. Mengorganisasikan peserta didik untuk belajar (diskusi kelompok)

Ø  Langkah 3. Membimbing Penyelidikan (pendidik berkeliling, dan peserta didik menyelesaikan masalah yang ditemui dalam LKPD)

Ø  Langkah 4. Mengembangkan dan menyajikan karya (Peserta didik melakukan presentasi, dan tanya jawab)

Ø  Langkah 5. Menganalisis dan Mengevaluasi Proses Pemecahan Masalah

ü Kegiatan Penutup

(menyimpulkan materi, memberikan penghargaan, doa, dan salam menutup pembelajaran)

 

3.      Berkaitan dengan media pembelajaran, guru dapat memanfaatkan media pembelajaran yang memudahkan peserta didik untuk memahami materi yang disampaikan, yaitu dengan menggunakan salindia yang di dalamnya dikombinasikan dengan materi berupa video pembelajaran. (Mengandung Unsur TPACK)

 

4.      Meningkatkan motivasi peserta didik

a.       Strategi yang dilakukan pendidik dalam meningkatkan motivasi peserta didik adalah dengan merancang pembelajaran yang berpusat pada peserta didik. Di sini pendidik mengembangkan RPP dengan kegiatan yang berpusat pada peserta didik.

b.       Proses pengembangan RPP yang berpusat pada peserta didik, dalam hal ini guru menentukan kegiatan apa saja yang akan dilakukan dalam pembelajaran yang tentunya kegiatan-kegiatan itu berpusat pada peserta didik dan membuat peserta didik lebih aktif dalam proses pembelajaran.

c.       Sumber data yang diperlukan dalam pemilihan model pembelajaran ini antara lain pemahaman/kompetensi pendidik dalam pembuatan RPP dan juga kreatifitas merancang kegiatan-kegiatan yang membuat peserta didik lebih  aktif dalam pembelajaran.

 

 

Langkah-langkah apa yang dilakukan untuk menghadapi tantangan lainnya yang pendidik temui yaitu:

Ø  Meskipun akses internet kurang stabil, pendidik tetap berupaya untuk memberikan pembelajaran yang baru dan menarik bagi peserta didik. Tentunya untuk mempersiapkan semuanya supaya mampu menampilkan sesuatu yang inovatif, baru dan menarik, dibutuhkan pengorbanan dari pendidik, dengan cara membuat salindia. Hal ini pendidik lakukan, karena diperkirakan resiko (hal-hal yang tidak diinginkan terjadi) sangat kecil hanya melibatkan diri Pendidik.

Ø  Jumlah proyektor hanya dua, bukan berarti membuat KBM terhambat. Sebagai pendidik harus dapat mengkondisikan dan mengomunikasikan pada rekan- rekan pendidik mengenai media, alat dan bahan.

Ø  Berhubung akan menggunakan proyektor untuk mengajar, maka saya melakukan pertukaran ruangan, tentunya sebelum itu berkomunikasi dengan kepala sekolah dan rekan guru.

 

Refleksi Hasil dan dampak

Bagaimana dampak dari aksi dari Langkah-langkah yang dilakukan? Apakah hasilnya efektif? Atau tidak efektif?  Mengapa? Bagaimana respon orang lain terkait dengan strategi yang dilakukan, Apa yang menjadi faktor keberhasilan atau ketidakberhasilan dari strategi yang dilakukan? Apa pembelajaran dari keseluruhan proses tersebut

 

Dampak dari aksi dan langkah-langkah yang dilakukan hasilnya efektif dan dapat dilihat dari

1.      Dampak dari penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) membuat peserta didik lebih aktif dalam pembelajaran. Pembelajaran tidak  hanya berpusat kepada Pendidik karena pada saat pembelajaran, peserta didik ditugaskan bersama kelompoknya                 untuk                                  berdiskusi lalu  mempresentasikannya di depan kelas.

2.      Dengan menggunakan Model Pembelajaran PBL, peserta didik lebih termotivasi sehingga peserta didik lebih mudah menuangkan ide/gagasan dalam menyelesaikan LKPD/tugas yang diberikan.

3.      Penggunaan Media pembelajaran berupa Salindia dengan menyertakan pemutaran video membuat peserta didik tidak cepat bosan dalam pembelajaran serta lebih mudah memahami materi yang disampaikan oleh Pendidik.

4.      Respon peserta didik terhadap kegiatan pembelajaran ini sangat senang, bisa dilihat saat proses pembelajaran pada kegiatan ini berlangsung sehingga pada akhir pembelajaran mereka mampu memahami materi ini.

 

Faktor keberhasilan pembelajaran ini sangat dituntukan oleh penguasaan pendidik terhadap model pembelajaran, media pembelajaran dalam hal ini langkah-langkah pada rencana   pelaksanaan pembelajaran yang sudah dibuat.

 

Persentase keberhasilan peserta didik pada materi teks puisi yaitu:

Dari 20 peserta didik yang ada di kelas VIIIB

-      Kurang lebih 17 peserta didik dari jumlah siswa 20 orang yang berhasil melewati KKM (75) atau sekitar 88%

-      Masih ada tiga (3) peserta didik yang belum mampu menyelesaikan tugas yang disampaikan atau sekitar 12%.

-      Maka dapatlah ditarik kesimpulan bahwa pembelajaran dinyatakan efektif karena sebagian besar peserta didik mengalami keberhasilan, dan hanya 3 peserta didik yang belum berhasil. Peserta didik yang belum berhasil      diberikan remidial.

 

Faktor keberhasilan pembelajaran ini sangat ditentukan oleh kemampuan guru mengelola pembelajaran berdasarkan penguasaan terhadap media, model dan metode serta langkah langkah kegiatan pembelajaran yang sudah dibuat. Pendidik harus lebih kreatif dan inovatif dalam memilih model pembelajaran dan media pembelajaran untuk membuat proses belajar mengajar sesuai dengan yang diharapkan walaupun kondisi sekolah tidak memiliki akses internet.

 

 


LK 3.1 Menyusun Best Practices (PPL 2)

 

Menyusun Cerita Praktik Baik (Best Practice)  Menggunakan Metode STAR (Situasi, Tantangan, Aksi, Refleksi Hasil Dan Dampak)

Terkait Pengalaman Mengatasi Permasalahan Siswa Dalam Pembelajaran

 

Lokasi

SMP Muhammadiyah 6 Kab.Bandung - Jawa Barat

Lingkup Pendidikan

Sekolah Menengah Pertama

Tujuan yang ingin dicapai

Meningkatkan kemampuan siswa dalam mengungkapkan pengalaman dan gagasan dalam bentuk cerita pendek.

Penulis

Ridwan Taufiq, S.Pd

Tanggal

7 Januari 2023

Situasi:

Kondisi yang menjadi latar belakang masalah, mengapa praktik ini penting untuk dibagikan, apa yang menjadi peran dan tanggung jawab anda dalam praktik ini.

 

Latar belakang masalah dari praktik pembelajaran ini      adalah:

1.      Peserta didik kurang tertarik dan termotivasi dalam pembelajaran cerpen.

2.      Peserta didik belum terampil dalam pembelajaran menulis cerpen.

 

Mengapa praktik ini penting untuk dibagikan?

Praktik pembelajaran ini menurut saya penting untuk dilaksanakan dan dibagikan karena saya berpikir banyak guru yang mengalami permasalahan yang saya alami, sehingga praktik ini diharapkan bisa memotivasi diri saya sendiri juga diharapkan bisa menjadi referensi atau inspirasi bagi rekan guru lain.

 

Apa yang menjadi peran dan tanggung jawab anda dalam  praktik ini?

Saya yang berperan sebagai pendidik mempunyai tanggung jawab untuk melakukan proses pembelajaran ini secara efektif, dengan menggunakan model dan media pembelajaran yang tepat dan inovatif, sehingga tujuan pembelajaran dan hasil belajar siswa bisa tercapai sesuai dengan yang diharapkan.

 

Tantangan :

Apa saja yang menjadi tantangan untuk mencapai tujuan tersebut? Siapa saja yang terlibat,

 

Tantangan dalam  Meningkatkan  Minat  Belajar Peserta Didik dalam Pembelajaran menulis teks cerpen:

 

Setelah dilakukan identifikasi masalah dengan refleksi diri, kajian literatur, dan wawancara dengan beberapa narasumber yaitu: guru (teman sejawat) dan peserta didik, maka beberapa tantangan yang terjadi yaitu:

1.        Model pembelajaran yang belum mengaktifkan keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran menulis teks.

2.        Terbatasnya pemanfaatan referensi atau sumber belajar  yang tersedia di sekolah.

3.        Kurang optimalnya penggunaan media pembelajaran interaktif yang mengandung unsur TPACK untuk meningkatkan motivasi, antusias, dan kreativitas peserta didik dalam pembelajaran.

 

Dari penyebab di atas tantangan yang dihadapi oleh pendidik diantaranya :

1.      Pemilihan model pembelajaran yang tepat dan sesuai dengan materi pembelajaran dan karakteristik peserta didik.

2.      Pendidik harus mampu menampilkan proses pembelajaran yang baru (terkini), menarik dan menyenangkan bagi siswa, dengan menggunakan media penunjang pembelajaran seperti penggunaan salindia, gawai (android), dan media lainnya sehingga siswa termotivasi mengikuti proses pembelajaran.

 

Tantangan lainnya yaitu:

Ø  Di dalam ruang kelas tidak bisa mengakses internet atau tidak stabil.

Ø  Proyektor hanya 2 dari 7 kelas sehingga belum terkondisikan di setiap kelas, hanya di ruang multimedia.

Ø  Beberapa peserta didik tidak memiliki gawai.

 

Siapa saja yang terlibat?

Dilihat dari tantangan tersebut dapat disimpulkan bahwa tantangan yang dihadapi melibatkan pendidik dari segi kompentensi yang harus dimiliki yaitu kompetensi pedagogik dan kompentensi profesional, sedangkan dari peserta didik adalah motivasi belajar dan ketertarikan pada materi menulis cerpen.

 

Aksi :

Langkah-langkah apa yang dilakukan untuk menghadapi tantangan tersebut/ strategi apa yang digunakan/ bagaimana prosesnya, siapa saja yang terlibat / Apa saja sumber daya atau materi yang diperlukan untuk melaksanakan strategi ini

 

Langkah-langkah apa yang dilakukan untuk menghadapi tantangan tersebut antara lain:

 

1. Pemilihan model pembelajaran

a.       Strategi yang dilakukan pendidik dalam pemilihan model pembelajaran adalah dengan memahami karakteristik siswa dan karakteristik materi. Dalam pembelajaran ini pendidik memilih model pembelajaran PjBL (Project Based Learning).

 

Langkah-langkah pembelajarannya sebagai berikut:

ü  Kegiatan Pendahuluan dengan kegiatan Salam dari guru; berdoa bersama; mengecek kehadiran; menyanyikan lagu wajib nasional; apersepsi, dan Ice Breaking;

ü  Kegiatan inti

Ø  Langkah 1. Pertanyaan mendasar (. menyampaikan tujuan pembelajaran dan manfaat materi pembelajaran; menemukan dan  mendaftar masalah-masalah yang dihadapi peserta didik).

Ø  Langkah 2. Mendesain perencanaan produk (Pembagian kelompok; Diskusi mengenai langkah-langkah pembuatan prproyek; memberikan LKPD).

Ø  Langkah 3. Menyusun jadwal pembuatan (Membuat kesepakatan jadwal penyelesaian proyek).

Ø  Langkah 4. Memonitoring keaktifan dan perkembangan proyek (Peserta didik melakukan observasi; mencatat setiap tahapan; pemantauan dan bimbingan oleh guru).

Ø  Langkah 5. Menguji hasil (Peserta didik menukarkan hasil pekerjaannya dengan teman untuk dikoreksi; memaparkan laporan proyek dan saling menanggapi dalam bimbingan guru.

Ø  Langkah 6. Evaluasi pengalaman belajar (Peserta didik menyampaikan pengalaman proyek yang telah dilakukan; Guru menyimpulkan hasil proyek.

ü  Kegiatan Penutup (Melakuan refleksi pembelajaran; menyampaikan informasi tentang kompetensi yang akan dipelajari pada pertemuan selanjutnya; berdoa bersama dan salam. penutup pembelajaran)

 

b.  Proses pemilihan model pembelajaran ini pertama pendidik mempelajari apa saja model-model dalam pembelajaran, lalu mampu memahami karakteristik siswa dengan melihat kemampuan siswa dengan melihat kemampuan dasar dan kebiasaan siswa. Selanjutnya melihat karakteristik materi dengan mempelajari materi pembelajaran yang terdapat di buku paket.

 

c.  Sumber daya yang diperlukan dalam pemilihan model pembelajaran antara lain pemahaman/kompetensi pendidik akan model pembelajaran PjBL dan juga pemahaman pendidik akan materi pembelajaran.

 

2. Meningkatkan motivasi peserta didik

a. Strategi yang dilakukan pendidik dalam meningkatkan motivasi peserta didik adalah dengan merancang pembelajaran yang berpusat pada peserta didik. Di sini pendidik mengembangkan RPP dengan kegiatan yang berpusat pada peserta didik.

 

b.  Proses pengembangan RPP yang berpusat pada peserta didik, dalam hal ini guru menentukan kegiatan apa saja yang akan dilakukan dalam pembelajaran yang tentunya kegiatan-kegiatan itu berpusat pada peserta didik dan membuat peserta didik lebih aktif dalam proses pembelajaran.

 

c. Sumber data yang diperlukan dalam pemilihan model pembelajaran ini antara lain pemahaman/kompetensi pendidik dalam pembuatan RPP dan juga kreatifitas merancang kegiatan-kegiatan yang membuat siswa lebih    aktif dalam pembelajaran.

 

Langkah-langkah yang dilakukan untuk menghadapi tantangan lainnya yang pendidik temui yaitu:

Ø  Pendidik tetap berupaya untuk memberikan pembelajaran yang baru dan menarik bagi peserta didik. Tentunya untuk mempersiapkan semuanya supaya mampu menampilkan sesuatu yang inovatif, baru dan menarik, dibutuhkan pengorbanan dari pendidik, dengan cara membuat salindia.

Ø  Keterbatasan proyektor, tidak membuat KBM terhambat. Sebagai pendidik harus dapat mengkondisikan dan mengomunikasikan pada rekan- rekan pendidik mengenai media, alat dan bahan.

Ø  Berhubung akan menggunakan proyektor untuk mengajar, maka saya melakukan pertukaran ruangan, dengan berkomunikasi meminta rekomendasi sebelumnya dengan kepala sekolah dan rekan guru.

 

Refleksi Hasil dan dampak

Bagaimana dampak dari aksi dari Langkah-langkah yang dilakukan? Apakah hasilnya efektif? Atau tidak efektif?  Mengapa? Bagaimana respon orang lain terkait dengan strategi yang dilakukan, Apa yang menjadi faktor keberhasilan atau ketidakberhasilan dari strategi yang dilakukan? Apa pembelajaran dari keseluruhan proses tersebut

 

Dampak dari aksi dan langkah-langkah yang dilakukan hasilnya efektif , yaitu sebagai berikut:

1.      Menjalin komunikasi yang baik dan terus memotivasi siswa untuk belajar meningkatkan semangat siswa dalam belajar dan meningkatnya rasa percaya diri siswa.

2.      Pemilihan model pembelajaran dan juga kegiatan yang berpusat pada peserta didik mampu meningkatkan keaktifan  peserta didik dalam proses pembelajaran sehingga peserta didik termotivasi untuk belajar, aktif dalam diskusi kolempok, dan tidak segan dalam mengemukakan ide atau pendapat.

3.      Pemilihan model pembelajaran PjBL, terbukti membantu siswa mengembangkan keterampilan menulis cerita pendek, siswa lebih dewasa dan mandiri dalam menyelesaikan LKPD yang diberikan guru.

 

Respon peserta didik terhadap kegiatan pembelajaran ini adalah peserta didik sangat senang dan bersemangat, bisa dilihat pada refleksi akhir pembelajaran, peserta didik memberikan refleksi bahwa pembelajaran sangat menyenangkan. Metode diskusi meningkatkan semangat belajar dan peserta didik mampu berbagi ide/pendapat, hal tersebut membuat peserta didik mudah memahami materi dan menyelesaikan lembar kerja yang diberikan.

 

Persentase keberhasilan peserta didik yaitu:

-      Kurang lebih 15 peserta didik dari jumlah siswa 20 orang yang berhasil melewati KKM (78) atau sekitar 76%

-      Masih ada lima (5) peserta didik yang belum mampu menyelesaikan tugas yang disampaikan atau sekitar 24%.

-      Maka dapatlah ditarik kesimpulan bahwa pembelajaran dinyatakan efektif karena sebagian besar peserta didik mengalami keberhasilan, dan hanya 5 peserta didik yang belum berhasil. Peserta didik yang belum berhasil diberikan remidial.

 

Faktor keberhasilan pembelajaran ini sangat ditentukan dari penguasaan guru terhadap materi ajar, media, metode, model pembelajaran, dan langkah-langkah pada rencana pelaksanaan pembelajaran yang sudah dibuat.

 

Pembelajaran yang bisa diambil dari proses dan kegiatan yang sudah dilakukan adalah guru harus lebih kreatif dan inovatif dalam memilih media, metode, model pembelajaran sehingga peserta didik lebih termotivasi untuk belajar dan mendapatkan hasil sesuai dengan tujuan pembelajaran.

 

 

Puisi

  Anakku, ooh .... ternyata kau sedang menatap bintang, nak! Betapa kelopak matamu tak kau katup, demikian terpukau melihat kilau cahayanya,...