Kamis, 03 Juli 2025

Puisi

 Anakku,

ooh .... ternyata kau sedang menatap bintang, nak!
Betapa kelopak matamu tak kau katup,
demikian terpukau melihat kilau cahayanya, nak!
Tunggu,
aku sedang mencarikan tangga untukmu
semampuku tentunya,
selebihnya, kau harus bisa terbang sendiri
menggapainya, nak.
Maaf, jika terlambat
dan kau harus kuat menahan malu.
Biarlah, karena mereka berbeda.
Karena aku harus mendapatkan dua tangga
untuk adikmu,
yang jua sedang menatap bintang kecil
yang jauh dan masih pagi jika ia dibiarkan terbang.
Untukmu anakku, yang sudah lebih lama
jangan hanya menatap
bergeraklah dan ikut berdoa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Fenomena Siswa: Menulis Terasa Berat, Ngobrol Begitu Ringan.

  Oleh: Ridwan Taufiq “Pak, saya tidak bisa menulis” “Ya, itu. Tulislah kalimat itu,’saya tidak bisa menulis’!” “Kok, begitu, Pak?” “Iya. Co...